Profil Lisa McVey: Jadi Polisi Setelah Dicabuli Keluarga Sendiri Hingga Diperkosa Pembunuh Berantai

Lisa McVey asli (source; bbcnews)

Netflix kerap mengangkat kisah nyata ke dalam medium film. Di akhir Maret ini, Netflix menayangkan Believe Me: The Abduction of Lisa McVey. Film satu ini mengetengahkan pengalaman mengerikan Lisa McVey, seorang gadis  yang pernah diculik, dan diperkosa oleh pembunuh berantai—dengan korban 10 wanita, semuanya tewas!—di kota Tampa, Florida, pada tahun 1984.

Di awal film, bagaimana sang sutradara Jim Donovan menggambarkan kekerasan seksual yang dilakukan si pembunuh berantai Bobby Joe Long, cukup detil, hingga penonton bisa merasakan “kengeriannya”. Tapi kemudian kita juga bisa melihat, bagaimana tokoh nyata ini, Lisa, begitu kuat memperjuangkan hidupnya dan masih bisa berpikir cerdas, di tengah situasi  traumatis. Tak percaya, kisah ini benar-benar nyata. Membuat Anda sehabis menonton ingin mencari tahu lagi lebih banyak tentang Lisa McVey.

Kisah nyata Lisa McVey diangkat menjadi film, Believe Me: The Abduction of Lisa McVey

Apa yang terjadi padanya, setelah si pemerkosa dihukum mati?  Di film memang tidak digambarkan lagi kehidupan Lisa selanjutnya.

Lisa, saat ini diketahui bekerja sebagai polisi, juga motivator di Tampa. Ia menjadi kepala dari unit kejahatan seksual. Pada usia 17 tahun, sepulang kerja shif malam, ia diculik dan diperkosa. Lisa juga disekap beberapa hari di sebuah tempat, dan menerima perkosaan beberapa kali. Lisa adalah korban terakhir dari pembunuhan berantai Bobby Joe Long dan satu-satunya yang hidup. 10 korban wanita lainnya ditemukan tewas mengenaskan.

Lisa McVey asli dan pemerkosanya. (credit: That’s All Interesting)

Jauh sebelum kejadian memilukan ini, Lisa rupanya sudah mengalami kekerasan seksual selama 3 tahun oleh salah satu anggota keluarganya. “Saya dilecehkan secara seksual di rumah. Pacar nenekku biasa menodongkan senjata di kepalaku, setiap kali ia melakukan tindakan cabul. Itu terjadi selama 3 tahun, hingga saya sesering mungkin tidak ingin berada di rumah. Saya selalu mengambil waktu bekerja panjang, kadang mengambil shif dobel,” ungkap Lisa yang asli.

Jadi, ketika ia diculik dan kemudian menerima perlakuan kekerasan seksual, ini bukan sesuatu yang baru baginya. Inilah mungkin yang membuat Lisa bisa bertahan dan berhasil kabur. Karena ia tahu cara, mengambil simpati si penculik.

Lisa McVey di film, bersama detektif Larry Pinkerton satu-satunya yang percaya pada ceritanya.

“Satu situasi buruk di rumah membawaku ke situasi buruk lainnya, yang ternyata malah menyelamatkan hidupku selamanya. Semalam sebelum saya diculik, sebenarnya saya telah membuat surat bunuh diri, tapi hari berikutnya, situasi terburuk yang saya alami itu, membuat saya berjuang untuk hidup,” kenang Lisa, seperti dikutip dari Wikipedia.

Menghadapi penculik dan pemerkosanya, Lisa justru memiliki kekuatan baru untuk  bertahan hidup. Mati-matian ia mencari cara untuk keluar, agar tak ada lagi korban-korban perempuan lain seperti dirinya.

Di usia 14 tahun, Lisa dipaksa oleh ibunya yang pecandu alkohol untuk tinggal di rumah nenek. Di rumah neneknya inilah, Lisa justru mendapatkan pengalaman pahit, dilecehkan secara seksual oleh kekasih sang nenek. Ketika Lisa menceritakan apa yang dialami, neneknya tak memercayainya.

Apa yang dialami Lisa sejak usia 14 tahun, hingga puncaknya ketika ia disekap di usia 17 tahun, membuat Lisa mengambil kuliah jurusan hukum. Ia merasa terpanggil untuk menyelamatkan perempuan-perempuan yang mengalami kekerasan seksual seperti dirinya. Banyak dari mereka, tak berani bicara. Salah satu alasannya, tak ada yang percaya, atau malu. Lisa berjuang untuk para perempuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here