Haru, Pesan Terakhir Ibunda Eril: Mamah Titipkan Kamu Dalam Perlindungan Allah SWT

0

Hidup memang tak pernah bisa ditebak. Kadang berlalu  terlalu cepat. Ada suka, ada juga duka. Tak ada yang bisa menebak kisah yang ditulis sang Illahi. Siapa yang menyangka, Eril berenang di sungai Aare dan tak kunjung kembali.

Pencarian anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) kini sudah memasuki hari ketujuh. Namun, putra tersayang Atalia Praratya itu belum juga ditemukan.

Sudah berusaha menggunakan berbagai cara dalam pencarian selama sepekan ini namun Eril tak kunjung ditemukan, Atalia Praratya dan Ridwa Kamil sudah menyerahkan semuanya kepada Sang Kuasa pasrah dan ikhlas

Memutuskan pulang ke Indonesia tanpa Eril, Atalia Praratya mengungkapkan isi hatinya, untuk terakhir kalinya di hadapan deraian air di sungai Aare. Ia pamit kepadanya putranya, untuk kembali ke Indonesia. Bukan sesuatu yang mudah, tetapi hati harus mengikhlaskan.

eril ridwan kamil
Sumber foto: Instagram

 “Ril… mamah pulang dulu ke Indonesia, ya,” tulis Atalia di bawah postingan foto dirinya bersama keluarga di tepi sungai Aare.

“Mamah titipkan kamu dalam penjagaan dan perlindungan terbaik dari pemilikmu yang sebenarnya, Allah SWT, dimana pun kam berada…”

“Insya Allah kamu tidak akan kedinginan, kelaparan, atau kekurangan apapun. Bahkan kamu akan mendapatkan limpahan kasih sayang, karunia dan kebahagiaan yang tak pernah putus,” ungkap Atalia.

Tulisan Indah menyentuh hati, dari lubuk hati terdalam seorang ibu. Tak terbayangkan kesedihan yang dialami. Segala upaya sudah dilakukan, bahkan di hari-hari terakhir kemarin, Ridwan Kamil sendiri terjun ke sungai berusaha mencari anaknya. Tetapi takdir, kisah hidup kita, di tangan Allah. Manusia hanya berupaya. Perwakilan pihak keluarga dari Emmeril Kahn Mumtadz akhirnya menyampaikan, menyatakan Emmeril meninggal di sungai Aare, Bern, Switzerland.

“Di sini, di sungai Aare yang luar biasa indah dan cantik ini, mamah lepaskan kamu, untuk kita bertemu lagi cepat atau lambat. Doa terbaik mamah dalam setiap helaan nafas,” urai Atalia di akhir tulisannya.

Ia juga mengutip pesan Wali Kota Bern, Alec Von Graffenried dalam ungkapan hati terdalamnya ini, “Kota Bern, selamanya akan selalu terkoneksi dengan kami.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here