Alas Gumitir di Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli dari Kisah Mistis KKN di Desa Penari

Sejak awal perilisannya, bahkan jauh sebelum dirilis, film horor KKN di Desa Penari telah menjadi perbincangan hangat dan dinanti-nanti dengan rasa penasaran besar. Ini karena sebelumnya, kisah KKN di Desa Penari telah viral di media sosial pada 2019 lalu melalui utas Twitter akun Simpleman. Utas ini memaparkan secara rinci kengerian yang dialami oleh beberapa mahasiswa yang melakukan KKN pada 2009 silam di sebuah desa, di daerah Jawa Timur.

Kisah nyata yang dituliskan kembali ini menjadi viral hingga trending di media sosial, dan diangkat ke layar lebar. Karena pandemi, penayangannya di bioskop sempat tertunda hampir dua tahun. Membuat yang pernah membaca kisah ini menanti-nanti. AKhirnya, pada 30 April lalu tayang juga dan langsung meledak. Memasuki hari ke-10 penayangannya telah melewati 3 juta penonton.

Semakin banyak yang menonton, semakin banyak yang membicarakan. Mengulas kembali apa yang mereka lihat di layar lebar. Hal-hal yang masih menjadi misteri. Seperti lokasi kejadian aslinya, orang-orang aslinya yang mengalami peristiwa mistis ini. Membuat penasaran. Di akhir film, sebenarnya sudah dibeberkan bahwa oleh permintaan penulisnya, orang-orang aslinya, para mahasiswa/I yang mengalami hal ini secara nyata dirahasiakan identitasnya. Demikian dengan lokasi desa tersebut tidak boleh disebut.

  • Alas Gumitir dan Patung Penarinya, Diduga Desa Mistis Tersebut
Patung penari di depan Alas Gumitir

Tetapi namanya netizen Indonesia, tidak tinggal diam. Rupanya mereka melakukan penelusuran sendiri, mencari tahu dimana letak desa “horor” tersebut.

Mulailah netizen melakukan cocoklogi. Mencoba mencocokkan deskripsi yang terdapat pada utas (thread), dengan lokasi di daerah Banyuwangi, Jawa Timur, yang mendekati gambaran kisah tersebut. Ramai dibicarakan di dunia maya, adalah sebuah daerah bernama Alas Gumitir, yang diduga sebagai lokasi asli sejumlah mahasiswa ini melakukan KKN. Tempat tersebut menjadi dugaan kuat, karena memiliki kisah mistis yang serupa dengan kisah KKN di Desa Penari.

Diulas oleh akun TikTok @tasya.vayrs, mengapa menduga Alas Gumitir adalah Desa asli yang dikisahkan KKN di Desa Penari? Disebutkan, karena memang ada beberapa kemiripan.

Konon Patung Penari ini bisa berubah posisi

Pertama, tepat di depan Alas Gumitir, terdapat patung “selamat datang” berupa seorang penari Gandrung. Menilik sejarahnya, dahulu, memang selalu ada penari-penari di sana untuk menghibur para pekerja VOC di jaman colonial Belanda.

Patung penari ini sendiri memiliki kisah yang mistis. Konon menurut penduduk setempat, patung tersebut suka berubah posisi dengan sendirinya. Bila tidak berubah posisi, tangan sang penari bisa berubah-ubah posisinya.

terdapat pemukiman kecil di dalam hutan ini, seperti dalam kisahnya yang dipaparkan lewat Utas Twitter

@tasya.vayrs juga melakukan penelusuran lewat fitur Google Earth, dimana terlihat di tengah Alas Gumitir terdapat pemukiman kecil, yang didekatnya ada petilasan bernama Maha Resi Markandeya. Ini mirip dengan keadaan desa yang ada di cerita KKN Desa Penari. Pemukiman kecil di tengah hutan, yang mana terdapat petilasannya.

Tepat di belakang tapak tilas itu terdapat bangunan yang arahnya berbeda dengan pemukiman arah, bangunan tersebut kemungkinan adalah area kuburan.

Selanjutnya, akun @tasya.vayrs juga mengungkap bahwa di kota Banyuwangi sesungguhnya ada dua alas yakni, Alas Gumitir dan Alas Purwo. Namun, di antara keduanya ini, hanya Alas Gumitir yang memiliki pemukiman kecil di dalamnya, dan ada beberapa spot yang hampir mirip dengan deskripsi pada kisah KKN di Desa Penari.

RImbun, sepi, dengan jalan berliku, menyimpan kemisteriannya sendiri

Namun, lagi-lagi, ya, benar atau tidak, valid atau tidak bahwa Alas Gumitir adalah Desa yang dimaksud dalam kisah ini tidak mendapatkan konfirmasi. Baik sutradara, penulis, patuh pada perjanjian dengan penulis aslinya dan orang-orang yang bersangkutan, untuk tidak membuka lokasi asli demikian jati diri orang-orang yang mengalami kejadian nyata ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here