5 Aktris Cantik Ini Jadi Pemeran Film Live Action Karakter Catwoman, Mana yang Terbaik?

michelle pfeiffer
Michelle Pfeiffer sebagai Catwoman dalam film Batman Returns (1992) / Kredit: Warner Bros

Seperti yang pernah dikatakan Penguin kepada Catwoman, “Ini dia kucing yang saya cari!” Tapi yang mana kira-kira?

Di belakang setiap “Kelelawar” yang hebat, ada “Kucing” yang lebih hebat, dan rasa cinta serta pemujaan pada Selina Kyle alias Catwoman terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Sang anti-hero yang cerdas, dikenal karena cakarnya yang tajam dan kecerdasannya yang lebih tajam, bersama dengan cambuk dan keberadaannya yang bak siluman, telah lama menjadi karakter populer bersama Batman dalam komik, bahkan pada satu titik sampai menikahi sang miliarder yang bersembunyi dalam persona playboy-nya. Sehingga tidak mengherankan jika ada beberapa penggambaran live action dari sekutu yang terkenal genit dan kekasih sang Ksatria Kegelapan.

Sejumlah aktris telah mengenakan kostum lateks yang memesona pria di balik topeng kelelawar, termasuk yang terbaru menenggelamkan cakarnya lewat akting Zoe Kravitz dalam film besutan Matt Reeves The Batman, yang saat ini sedang diputar di bioskop. Dan seperti Batman, sang detektif yang paling terkenal di dunia, berikut kami rangkum para aktris cantik pemeran Catwoman versi live-action yang telah menghiasi layar film, mulai dari yang terburuk hingga yang terbaik.

5. Halle Berry

Halle Berry berada di posisi akhir karena penampilannya sebagai Catwoman (2004) bisa dibilang, bencana! Dalam film solo ini, Warner Bros memutuskan untuk menghadirkan karakter baru bernama Patience Phillips, seorang karyawan di sebuah perusahaan kosmetik. Patience terbunuh saat mencoba menghentikan perilisan produk yang tidak aman. Dia kemudian dihidupkan kembali oleh kucing Mesir dan mendapatkan kemampuan untuk bertarung.

Jika kamu menemukan premisnya membingungkan, tunggu sampai kamu melihat kostumnya yang mengerikan dan penampilan Berry yang terlihat agak murahan. Penggunaan shot kamera dengan cepat dan sudut canggung yang berlebihan oleh sutradara Pitof membuat pengalaman menonton film menjadi cukup memusingkan.

Secara keseluruhan, film tersebut adalah salah satu film terburuk yang pernah dibuat, dan bahkan Berry yang memang aslinya sangat cantik pun tidak dapat menyelamatkan dirinya dari penampilannya yang mengerikan. Saking buruknya, film ini menerima tujuh nominasi Golden Raspberry Award dan menang dalam kategori Film Terburuk, Aktris Terburuk, Sutradara Terburuk dan Skenario Terburuk; film ini dikritik oleh para kritikus dan banyak kritikus menganggapnya sebagai salah satu film terburuk sepanjang masa, dengan kritik diarahkan pada penampilan, penyutradaraan, penulisan dan kurangnya hubungan dengan sumber materi.

Akibatnya Catwoman dianggap akan menghancurkan masa depan film adaptasi komik dengan wanita sebagai pemeran utama, hingga muncul film Wonder Woman yang jauh lebih baik. Setidaknya Warner Bros belajar dari kesalahan mereka.

4. Lee Meriwether 

Lee Meriwether menjadi lawan main Adam West di film Batman (1966). Sementara West mengulangi perannya dalam serial Batman di tahun 1966-1968, Meriwether hanya memainkan karakter dalam film.

Meriwether, yang juga pemenang kontes Miss America di tahun 1955, mendapatkan hati penonton dengan suaranya yang merdu dan matanya yang indah. Dia berkelas namun mengalir dengan seksualitas yang berbahaya. Sayangnya, penampilannya dalam film itu terjepit di antara dua penggambaran kuat lainnya dari karakter yang sama.

Julie Newmar, yang oleh banyak orang dijuluki sebagai Catwoman yang orisinal, memainkan peran jahat berlawanan dengan West di musim-musim awal serial TV Batman, sebelum Meriwether bergabung untuk peran satu-satunya dalam film tersebut. Setelahnya, Eartha Kitt mengambil peran untuk musim ketiga serial superhero itu, dan membayangi peran Catwoman yang dimainkan Meriwether.

3. Anne Hathaway 

Catwoman versi Anne Hathaway menjadi salah satu bagian terbaik dari film The Dark Knight Rises (2012). Dia karismatik, lucu, cerdas dan hidup, ditambah dengan chemistry yang luar biasa bersama Christian Bale. Dia juga memiliki urutan aksi yang cukup solid dan menyampaikan dialognya pada waktu yang tepat.

Yang paling mengesankan, Hathaway berhasil mendaratkan deretan kalimat lewat nuansa suara kucing klasik yang sejujurnya, akan benar-benar murahan jika keluar dari bibir orang lain.

Sayangnya Hathaway tidak menerima lebih banyak waktu di layar lebar. Namun, terlepas dari betapa menyenangkannya penampilan Hathaway, dia memiliki kekurangan dalam beberapa sisi karena kecemasan dan rasa sakit tertentu yang menjadi dasar karakter dalam komik tidak terlihat.

2. Zoë Kravitz

Duduklah di bioskop mana pun, dan saksikan bagaimana semua penonton tegang saat Zoë Kravitz berjalan ke arah layar. Kravitz tidak bisa disangkal tampak seksi sebagai Selina Kyle, dan dapat dengan mudah menarik perhatian penonton lewat sekali pandang, yang diwakilkan dengan wig bob di kepalanya dan permen karet di mulutnya.

Catwoman versi Kravitz berada di garis antara pahlawan dan korban korupsi Gotham, membuatnya menjadi Catwoman yang jauh lebih kompleks dan terhubung dengan penonton dibandingkan dengan semua pendahulunya.

Sama seperti Hathaway, dia mampu mendaratkan kalimat-kalimat dalam nuansa kucing yang seksi dengan mudah, tetapi dengan lebih banyak bakat, drama dan tendangan, jika melihat bagaimana karakternya di The Batman (2022) sangat dipengaruhi oleh trauma masa lalunya sendiri. Hathaway memang lebih ringan, tetapi penampilan berat Kravitz terasa lebih nyata dan manusiawi.

1. Michelle Pfeiffer

Sudah 30 tahun berlalu, tetapi dua film pertama Batman versi Tim Burton sangat ikonis. Penggemar disuguhi para pemain berkelas dengan akting mumpuni, mulai dari Michael Keaton sebagai Batman, Danny DeVito sebagai The Penguin, Jack Nicholson sebagai Joker, dan Michelle Pfeiffer sebagai Catwoman.

Ketiga kriminal ini adalah salah satu trio terbaik di semua film live action Batman, hingga mungkin menyebabkan Matt Reeves memutuskan untuk membawa mereka semua kembali dalam The Batman.

Ada banyak alasan mengapa Pfeiffer layak mendapatkan posisi teratas. Beberapa mungkin berpendapat karena kostumnya yang ramping dan seksi, sementara yang lain akan mengatakan karena arahan fantastis Tim Burton, akan tapi para penggemar mencintainya untuk itu semua, ditambah penampilan aktingnya yang brilian.

Pfeiffer memakukan deretan kalimat yang keluar dari bibir merahnya dengan gelap, lucu, dan menggoda serta tahu bagaimana menjadi benar-benar terlepas satu detik, dan kemudian dapat dihubungkan pada detik berikutnya. Chemistry-nya dengan Keaton sangat fenomenal dan menetapkan standar emas untuk hubungan buku komik di layar lebar.

Setiap dinamika berbeda dan unik, dimana romansanya dengan Batman menjadi yang paling memilukan dan transformasional. Pfeiffer sangat menyenangkan sebagai Selina Kyle, dan dia membuat penonton merasa dicambuk seratus persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here