The Tinder Swindler (Netflix): Waspada Penipuan Melalui Aplikasi Kencan

Netflix memiliki banyak film dokumenter yang di setiap penayangannya membuat penonton setianya heboh, seperti Don’t F**k With Cats, menceritakan bagaimana perjuangan komunitas pencinta hewan mengejar pelaku kekerasan pada kucing. Kemudian ada Casting Jon Benet yang dirilis pada 2017 menceritakan bagaimana pembunuhan seorang anak kecil yang cantik.

Selain itu, belum lama ini, Netflix kembali merilis film dokumenter yang mengisahkan seorang penipu ulung memanfaatkan aplikasi kencan, Tinder, sebagai alat untuk menentukan target korbannya. Penipu tersebut sengaja mempertontonkan kehidupan yang mewah dan bahagia kepada para perempuan yang “match” atau “cocok” dengannya, seperti berlibur dengan pesawat jet pribadi, atau pergi ke hotel bintang 5. Tapi, selanjutnya si pelaku akan meminjam uang dengan nominal yang sangat besar. Alasan peminjaman uang yang dibuatnya, bisa terdengar “make sense”, dan korban wanita terperdaya.

Pelaku bernama Simon Leviev ini, kini sudah dilarang seumur hidup menggunakan Tinder. Perusahaan aplikasi kencan tersebut menyatakan bahwa Simon Leviev benar-benar sudah melanggar peraturan dan ketentuan Tinder.

Dilansir dari Tmz.com, seorang perwakilan dari Tinder menyebut Simon tidak akan bisa lagi menggunakan aplikasi tersebut. Tinder bukan hanya memblokir akunnya saat ini saja, tapi untuk seterusnya. Meski Simon sudah menggunakan nama samaran lainnya, akun-akun tersebut tetap terblokir oleh Tinder.

Perwakilan Tinder mengatakan bahwa Simon Leviev telah melanggaran aturan mengenai, “peniruan identitas” dan “permintaan uang.”

Selain memberikan pernyataan bahwa Simon telah diblokir, Tinder sendiri telah lakukan penyelidikan internal terkait akun-akun yang digunakan Simon menggunakan nama samaran, ” We have conducted internal investigations and can confirm Simon Leviev is no longer active on Tinder under any of his known aliases.” Ucapnya.

Simon diketahui telah ditangkap pada 2019 dan dideportasi ke Israel di mana dirinya akan mendapatkan hukuman yang panjang atas perilakunya tersebut. Namun yang mengejutkan ialah belum ada setahun, Simon sudah dikeluarkan dari penjara lantaran dirinya memenuhi kriteria program yang bertujuan mengurangi populasi penjara selama pandemi.

Film dokumenter ini berakhir dengan semacam peringatan yang menyatakan Simon kini masih aktif di Tinder. Tapi pernyataan ini kemdian dibantah oleh Tinder. Mereka memastikan bahwa Simon Leviev tidak lagi ada di aplikasi dan menghimbau pengguna aplikasi, apabika memang melihat Simon muncul di aplikasi ini, agar melaporkannya langsung ke pihak Tinder.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here