Sharon Stone Disuruh Produser Berhubungan Seks dengan Lawan Main di Film Demi Chemistry

Sharon Stone mengungkap sebuah fakta mencengangkan di episode terbaru The Louis Theroux Podcast. Dia mengatakan produser Robert Evans menyarankannya untuk berhubungan seks dengan lawan mainnya Billy Baldwin demi menyelamatkan film mereka, Sliver.

Film thriller tahun 1993 dari sutradara Phillip Noyce dibintangi Stone sebagai editor buku yang pindah ke gedung apartemen eksklusif di Kota New York dan menemukan penghuninya menyimpan rahasia kelam. 

Evans diduga ingin Stone dan Baldwin memiliki chemistry di layar yang lebih baik karena itu akan menyelamatkan filmnya.

“Dia berlarian di kantornya dengan kacamata hitam menjelaskan kepada saya bahwa dia tidur dengan Ava Gardner dan saya harus tidur dengan Billy Baldwin, karena jika saya tidur dengan Billy Baldwin, kinerja Billy Baldwin akan menjadi lebih baik,” kenang Stone tentang salah satu pertemuannya dengan Evans dikutip Variety.

“Dan kami membutuhkan Billy untuk menjadi lebih baik dalam filmnya karena itulah masalahnya. Jika saya bisa tidur dengan Billy maka kami akan memiliki chemistry di layar, dan jika saya mau berhubungan seks dengannya maka itu akan menyelamatkan film tersebut,” lanjutnya panjang.

“Masalah sebenarnya dalam film itu adalah saya yang sangat bodoh, karena saya sangat tegang, dan tidak seperti aktris sungguhan yang bisa menidurinya begitu saja dan mengembalikan segalanya ke jalur yang benar,” kata Stone lagi tentang dugaan sudut pandang Evans.

Pihak Variety telah menghubungi perwakilan Billy Baldwin untuk memberikan komentar. Aktor tersebut memposting reaksi atas kemunculan Stone di podcast di X (sebelumnya Twitter). 

“Tidak yakin mengapa Sharon Stone terus membicarakan saya selama bertahun-tahun kemudian? Apakah dia masih naksir aku atau dia masih terluka setelah bertahun-tahun karena aku menghindari rayuannya? Aku punya begitu banyak kekotoran pada dirinya sehingga akan membuat kepalanya pusing tapi aku tetap diam,” cuit Billy Baldwin.

Sharon Stone sendiri baru saja menenggak sukses blockbuster lewat film Basic Instinct pada saat itu. 

Dia mengatakan, “Saya tidak perlu bercinta dengan Michael Douglas. Michael bisa datang untuk bekerja dan mengetahui cara mencapai sasaran itu, dan melakukan garis itu, serta berlatih dan muncul. Sekarang tiba-tiba saya berada dalam bisnis ‘Saya harus meniduri orang’.”

Evans sendiri telah meninggal 2019 lalu pada usia 89 tahun. Film Sliver meraih kesuksesan box office dengan pendapatan $116 juta di seluruh dunia.

Evans merupakan produser terkenal selama era New Hollywood sebagai pimpinan Paramount Pictures dari tahun 1967 hingga 1974. Ia adalah seorang produser pada film-film ikonik seperti Rosemary’s Baby (1968), Love Story (1970), dan The Godfather (1972).

Sharon Stone pertama kali menulis tentang insiden Sliver dalam memoarnya tahun 2021, The Beauty of Living Twice, meskipun dia tidak menyebutkan nama Evans pada saat itu.

“Sekarang menurutmu jika aku menidurinya, dia akan menjadi aktor yang bagus?  Tidak ada orang sebaik itu di ranjang,” tulis Stone dalam bukunya. 

“Saya merasa mereka bisa saja menyewa seorang costar dengan bakat, seseorang yang bisa membawakan sebuah adegan dan mengingat dialognya. Saya juga merasa mereka bisa menidurinya sendiri dan tidak melibatkan saya. Itu adalah tugas saya untuk bertindak dan saya mengatakannya. Ini bukanlah tanggapan yang populer. Saya dianggap sulit,” ungkapnya.

Tahun lalu di podcast Kelly Ripa “Let’s Talk Off Camera”, Stone mengungkapkan telah dilecehkan secara seksual oleh mantan eksekutif di Sony yang diduga memperlihatkan penisnya kepadanya ketika dia pergi ke kantornya untuk rapat umum pada tahun 1980-an.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here