Michele Morrone Dijuluki Simbol Seks Internasional, Real Beradegan Intim di The Next 365 Days

The Next 365 Days, akhir dari trilogi 365 Days karya penulis Polandia Blanka Lipinska telah rilis, Jumat (19/8) di Netflix. Bagian pertama film erotis ini, yakni: 365 Days, tayang pada 2020 di tengah masa pandemi, dan menjadi trending dalam sekejap di seluruh dunia. Membawa bintang utamanya, aktor asal Italia Michele Morrone dan aktris Polandia Anna Maria Siecklucka mendunia hanya dalam semalam. Siapa yang tidak mengenal Michele Morrone pemeran Massimo? Dan siapa yang dapat melupakan adegan panas di atas kapal yang ikonis itu?

Bagian kedua film ini, 365 This Day tayang tahun ini mungkin tak sesukses bagian pertamanya, dianggap “kosong” hanya jualan seks, tapi tak melunturkan popularitas Michele Morrone. Dunia terlanjur jatuh cinta pada ketampanan, dan keseksiannya. Hingga ia menyandang gelar “Simbol Seks Internasional”. Kini, tiba di akhir trilogi: The Next 365 Days. Akhir kisah Massimo dan Laura, berakhir kurang bahagia, dan menggantung. Laura dikisahkan selingkuh dengan Nacho, Massimo sempat pisah dengan Laura. Di akhir film, Massimo memberikan pilihan pada Laura, tentang hubungn mereka. “Ketika kau sungguh mencintai sesuatu, kau akan membiarkannya pergi. Jika ia kembali, maka ia akan menjadi milikmu sepenuhnya. Tapi, jika tidak, maka dia memang bukan untukmu. Apa kau kembali, baby girl?” ucap Massimo. Dan, That’s it! “The End”.

sumber: instagram @iammichelemoroneoffcial

Michele Morrone dalam wawancara bersama Decider berbagi kenangan perjalanannya dari 365 Days bagian pertama hingga terakhir. Sebuah perjalanan tak terduga, film panas, yang membuat sosoknya dielukan dunia. “Mereka menjadikanku semacam Dewa Seks. Saya ingat, ketika kali pertama menerima naskah 365, saya menggali karakter ini. Massimo punya masalah keintiman, dia seorang pecandu seks. Saya pergi ke pusat rehabilitasi, untuk bertemu orang yang kecanduan seks, dari sana semuanya bermula,” ungkap Michele Morrone.

Ia menyebut, awalnya tidak mudah dan tidak nyaman beradegan seks se-intense itu dengan seseorang yang baru dikenal. Banyak yang menganggap, adegan-adegan intim di 365 Days adalah adegan asli, bukan akting. Michele Morrone akhirnya membeberkannya, dalam promosi The Next 365 Days ini. “Ada koreografer untuk adegan ranjang. Ya, mulanya semua yang kami lakukan, yang kalian lihat di layar ada yang mengarahkan.” Tapi kemudian seiring berjalannya waktu, syuting bagian kedua: 365 This Day, dan yang terakhir The Next 365 Days, sebagai aktor, Michele merasa membutuhkan “keintiman” yang real, intens.

sumber: netflix

“Penting memiliki kordinasi dalam intimasi sesama pemain. Dan mulanya itu diatur oleh kordinator khusus adegan intim. Tapi kemudian saya merasa tidak terlalu membutuhkannya. Ketika saya membangun sebuah karakter, ketika saya bekerja, saya berakting, saat berbicara, saat tubuh saya bergerak, segala sesuatunya harus berasal dari hati. Bahkan, ya, ketika saya harus melakuan adegan intim, pada akhirnya saya melakukannya sendiri, senyata mungkin saya tampilkan, saya suka real! Dan ini membantu rekan saya juga, Anna, bersinergi, emosinya nyata, aksi-dan reaksinya real,” ungkap Michele Morrone.

The Next 365 Days tentu saja, masih mengedepankan adegan-adegan erotisnya ketimbang kekuatan cerita. Sebagai simbol seks Internasional, di akhir trilogi ini, Michele tak hanya beradegan intim dengan Anna Maria Siecklucka, tapi bahkan berani berciuman panas dengan rekan sesama aktor, Simone Susinna—pemeran Nacho.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here