Sinopsis dan Review Falling for Christmas: Lindsay Lohan Kembali Lewat Film Komedi Romantis Netflix

falling for christmas
Lindsay Lohan comeback setelah satu dekade lewat film komedi romantis Netflix Falling for Christmas

Setelah bertahun-tahun terperangkap dalam hutan belantara Hollywood, bintang cilik yang selalu menjadi sasaran tabloid gosip Lindsay Lohan akhirnya kembali menjadi pemeran utama setidaknya dalam satu dekade dalam film Netflix Falling for Christmas setelah serangkaian kemunduran karir ketika dia pulih dari kecanduan dan masalah hukum.

Menjadi film pertama dalam kesepakatan dengan raksasa streaming Netflix untuk terlibat dalam produksi mereka, Falling for Christmas hadir sebagai sebuah komedi romantis yang meriah ini dan menandai kembalinya Lohan ke genre ramah keluarga, yang sebelumnya pernah menjadi cerita kesuksesan yang dibangunnya pada 1990-an.


Sinopsis Falling for Christmas

Lohan berperan sebagai Sierra Belmont, pewaris resor ski mewah yang manja dan selalu memikirkan dirinya sendiri.

Ketika pacarnya yang seorang influencer Tad (George Young) melamarnya di puncak gunung, Sierra mengalami kecelakaan ski, yang menyebabkan dia terpisah dari Tad dan kehilangan ingatannya. Karena staf hotel di Belmont mengira Sierra dan Tad sedang bepergian, tidak ada yang datang mencari keduanya.

Kemudian dia terbangun di sisi lain pegunungan dengan amnesia dan ditemukan oleh Jack (Chord Overstreet), pemilik pondok ski yang muda dan tampan dan sedang berjuang untuk mempertahankan bisnisnya.

Karena ayahnya (Jack Wagner) tengah berada di keluar kota, dan kekasihnya Tad terdampar di jalur pegunungan yang terpencil, tidak ada yang datang mencari Sierra, yang kemudian dikenal sebagai “Sarah”. Dia disambut dengan tangan terbuka oleh putri Jack (Olivia Perez) dan komunitas Summit Springs lainnya yang hangat dan erat.

Sierra dengan cepat belajar menjaga dirinya sendiri, dan mau tidak mau tumbuh lebih dekat dengan Jack, terutama ketika dia tahu bahwa mereka berdua memiliki perasaan yang sama yaitu bergulat dengan kesedihan.

Review Falling for Christmas

Falling for Christmas menandai debut penyutradaraan Janeen Damian, penulis sekaligus produser di balik film klasik seperti A Christmas Princess, A Royal Christmas, Crown for Christmas, The Christmas Waltz, Much Ado About Christmas, dan beberapa produksi bertema non-Natal. .

Ceritanya tentang pentingnya keluarga ini sayangnya dibuat setengah matang dan kisah tentang pentingnya kebaikan disinggung di antara adegan slapstick yang dipenuhi percikan romansa omong kosong di antara dua pemeran utama yang sangat menarik.

Sedangkan penampilan Lohan patut mendapatkan pujian karena mengingatkan penonton bahwa dia bisa menjadi wanita terkemuka yang percaya diri. Dia tampak jauh lebih nyaman sebagai Sarah yang bersahaja ketimbang sebagai Sierra sang pewaris bisnis hotel yang manja,

Lohan seharusnya pantas mendapatkan bahan yang jauh lebih baik daripada narasi yang hampa ini, dimana kisahnya dibuat semanis permen dengan semua kedalaman emosional yang terlihat di kartu Natal Hallmark. Akan tetapi bagi yang kangen dengan akting Lohan dan ingin menikmati wajah tampan Overstreet, Falling for Christmas cukup ringan, menghibur dan tidak perlu membuat otak berpikir.

Lindsay Lohan (kiri) berpasangan dengan Chord Overstreet dalam film Netflix Falling for Christmas

Langkah selanjutnya bagi Lohan adalah perannya sebagai Irish Wish, kolaborasi lainnya dengan Damian. Namun dengan akses ke materi yang lebih baik, Netflix bisa menjadi rumah yang sempurna bagi sang aktris untuk melakukan comeback yang serius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here