Olivia Rodrigo Meluruskan Dugaan Perseteruan dengan Taylor Swift

Olivia Rodrigo ramai dikabarkan berseteru dengan Taylor Swift. Menyusul perilisan album keduanya, Guts’, dia pun menepis kabar tersebut.

Kepada Rolling Stone untuk membahas album terbarunya, disinggung mengenai spekulasi hubungannya dengan Taylor Swift, Olivia Rodrigo menjawab tidak ada hubungannya.

“Aku tidak suka dengan siapa pun. Aku sangat pendiam. Aku penyendiri,” kata Rodrigo. “Tak ada yang perlu dikatakan. Ada begitu banyak teori konspirasi di Twitter. Aku hanya melihat teori konspirasi alien,” lanjutnya. 

Menariknya, ketika ditanya tentang kredit penulisan bersama di album debutnya, Sour, yang menampilkan Taylor Swift dan Jack Antonoff, Olivia Rodrigo tidak begitu tertarik untuk membahasnya.

“Itu bukan sesuatu yang membuat saya terlalu terlibat. Itu lebih bersifat tim ke tim. Jadi, saya bukan orang yang tepat untuk menjawab,” kelitnya.

Single pertama “Vampire” pada album Guts banyak memunculkan teori dari para penggemar. Beberapa percaya lagu tersebut bercerita tentang rumor keretakan antara Rodrigo dan Swift, yang dimulai dengan kekaguman dan saling mendukung.

Para penggemar meyakini drama keduanya bermula dari kredit lagu di Sour.  Rodrigo harus memberikan kredit penulisan kepada Swift dan Antonoff untuk “Deja Vu”, yang terinspirasi oleh “Cruel Summer”.

Olivia Rodrigo mengisyaratkan kekecewaannya terhadap Swift saat melakukan peaking dengan Rolling Stone pada Oktober 2021.

“Saya sedikit lengah,” aku Rodrigo.  “Pada saat itu keadaannya sangat membingungkan, dan saya berkulit hijau, bermata cerah, dan berekor lebat,” sambungnya.

Mengingat besarnya tekanan yang dihadapi saat penggarapan album keduanya, Katy Perry, yang tahu bagaimana rasanya menindaklanjuti album hit, mengungkapkan bahwa dia telah menawarkan untuk membimbing penyanyi berusia 20 tahun itu.

“Pertama kali saya bertemu dengannya, saya meletakkan tangan saya di bahunya dan berkata, ‘Dengar, saya di sini. Apa pun yang kamu butuhkan.’ Karena saya tahu persis apa yang dialami para gadis pop ini, dan ketika saya tumbuh dewasa, tidak ada yang benar-benar melakukan hal itu untuk saya,” kata Perry kepada Rolling Stone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here