In The Name of God: A Holy Betrayal, Kenali Tanda-Tanda Nabi Palsu, Jangan Tertipu!

In The Name of God A Holy Betrayal
Kredit: Netflix

Netflix merilis dokumenter seri berjudul In The Name of God: A Holy Betrayal pada Jumat, 3 Maret 2023. Dikutip dari Korea Boo, dokumenter ini mendapatkan perhatian tinggi dari dunia terkait fakta kriminal pemimpin agama sesat dan cerita para korban di Korea Selatan.

Dalam sekejap, In The Name of God: A Holy Betrayal trending di dunia maya. Sebuah kisah nyata, tentang Jung Myeong Seok, yang menyatakan dirinya sebagai “Mesias Kedua”. Dalam video dokumentasi khotbahnya bahkan ia menyatakan, “Kalian tidak bisa melihat Tuhan? Inilah Tuhan, datanglah kepadaku.”

JUNG Myeong Seok

Ya, dari pidato-pidatonya, khotbahnya, ia mampu menarik massa. Anehnya yang ditarik kebanyakan perempuan dengan kriteria: gadis usia 16-20an, cantik, dengan tinggi di atas 170 sentimeter.

JMS BERKEDOK MESIAS MENCABULI GADIS-GADIS

Persekutuan–lebih tepatnya sekte–yang didirikan Jung Myeong Seok pada 1980 di Korea ini diberi nama JMS. Ia memakai dalih atau kedok penginjilan Kristen, untuk memperbesar sektenya.

Buntutnya, di balik kedok keagamaan, di balik “jualan” nama Tuhan, terlaksana serentetan tindakan cabul, mesum, yang menjijikan, oleh Jeong Myeong Seok.

Baru menit awal saja, kita sudah dibuat bergidik dengan rekaman suara saat JMS memperkosa seorang korban. Kata-kata cabul, jorok terdengar.

Peluk aku, peluk aku erat. Panggil aku sayang. Apa kau suka?” Demikian suara JMS, sambil melakukan penetrasi.

Aku sudah orgasme, 40 kali. Aku orgasme 50 kali. Apa kau sudah orgasme?” Tanyanya lagi pada gadis bernama Maple, yang merintih, menahan tangis.

JMS memperdayai korban, dengan mengatakan kalau berhubungan intim dengannya adalah sesuatu yang istimewa, artinya; Dipilih menjadi mempelai Tuhan.

Kalau menolak, atau melapor maka korban masuk neraka. Sayangnya, wanita-wanita ini percaya begitu saja.

Banyak pertanyaan langsung terlintas, dan komentar bergema dalam benak serta pikiran ini. Kok, percaya sih? Tuhan mana yang mengajarkan pencabulan? Tuhan mana yang merogoh kemaluan umatnya dengan jari-jarinya? Tuhan mana yang memilih, umatnya itu diprioritaskan gadis-gadis muda dengan tinggi 170 senti ke atas? Apakah ajaran, atau Alkitab Kristiani menuliskan hal tersebut?

Terlintas, apakah gadis-gadis ini membaca Alkitab? Mungkin, tidak. Kalau membaca sedikit saja, sedikitnya akan tahu seperti apa karakter Mesias, seperti apa karakter Tuhan, meski tidak melihat sosoknya. Dan rata-rata umur korban masih belia juga, wajar saja terlalu polos.

Sayangnya, tak hanya para gadis ini, tapi kita lebih senang mendengar dari pada membaca. Apalagi Alkitab, maupun kitab-kitab lainnya. Terasa berat, membosankan bukan, dan awam? Padalah di sanalah kita bisa menemukan kebenaran.

KENALI TANDA-TANDA SI NABI PALSU ATAU SI IBLIS ZAMAN MODERN

JMS bukan Tuhan. Bukan mesias. Tapi nabi palsu. Atau saya mengatakannya, wajah setan kekinian. Hey, setan juga canggih, betransformasi.

Tampilannya bukan sosok seram bak Kuntilanak dkk-nya lagi. Setan pun mengenal, mengetahui isi Alkitab dan hafal. Makanya bisa memutarbalikkan fakta atau menyesatkan kita.

Hati-hati, sosok setan yang akan banyak kita temui sekarang, di akhir zaman ini bisa menggoda, membuat kita terlena. Pun Alkitab telah mengingatkan dengan gamblang. Injil Matius 7: 15-29 mengatakan:

Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.”

Dari buahnya-lah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.”

Kenalilah nabi-nabi palsu dari buahnya. Karena mereka pandai berpura-berpura, seakan utusan Allah, bahkan berpura-pura menjadi Tuhan.

“Ujilah segala sesuatu dan pegang yang baik,” seperti tertulis dalam injil 1Tesalonika 5:21. Ujilah, berdasarkan buah-buah yang baik dalam firman Tuhan, yakni: Kasih, kesabaran, kelemah lembutan, sukacita, damai sejahtera, kemurahan, penguasaan diri, kesetiaan.

Jangan hanya mendengar perkataan seseorang, lihat juga perbuatan mereka, cara hidup mereka. Kepalsuan akan tampak dari buah-buah mereka, yakni output, karya, tindak tanduk mereka.

Berbuat cabul, dan hal-hal menjijikan bukan buah yang baik. Artinya, itu kerja si Jahat. Bukan kerja Tuhan, maupun utusan-Nya.

JANGAN TERTIPU! Waspada dan amati setiap gerak-gerik di sekirarmu. Kamu yang mengenal Tuhan dan bergaul dekat dengan Firman-Nya tahu mana yang baik, dan mana yang sesat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here