Ditegur Karena Posting Foto Makanan, Reza Arap: Hak Gua

0

Setelah masalah pengembalian uang 1 miliar rupiah dari Doni Salmanan, kini Reza Arap kembali menjadi topik perbincangan di Twitter. Kali ini berhubungan dengan rasa toleransi antar sesama.

Terlihat Reza Arap mengunggah foto makanan ke Insta storynya saat jam puasa. Kemudian salah satu pengikutnya me-reply insta story tersebut dengan menyuruh Reza untuk lebih menghargai orang-orang yang tengah puasa dengan tidak mengunggah foto makanan seenaknya. “Hargai yang puasa, toleransi itu wajib.” Reply seseorang yang ditutupi namanya.

Kemudian Reza dengan santainya menjawab bahwa toleransi yang diberikan bukan hanya melalui apa yang diunggahnya ke Insta story. Menurutnya, apapun yang diunggahnya  telah menjadi hak pribadinya. Tidak meminta maaf karena mengunggah foto makanan, Reza Arap balik menyuruh yang berpuasa untuk menghargai orang yang tidak berpuasa juga.

postingan Reza Arap (sumber: instagram Reza Arap)

Menghargai kalian yang berpuasa bukan dari gua ngepost story sih dan itu hak gua juga haha. Sorry-not-sorry, jangan lupa hargai juga yang tidak berpuasa. Lu bukan pemeran utama.” Tulisnya di Insta story. (12/4)

Kejadian di Instagram itu telah berpindah ke Twitter. Salah satu akun base yang sudah memiliki centang resmi @AREAJULID nge-up hasil tangkapan layar Insta story Reza Arap dan berujung ramai. Kolom reply telah mencapai lebih dari 3,5 ribu jawaban warganet.

Tentu jawaban yang mendominasi ialah memihak pada respon Reza Arap. Banyak yang berpendapat bahwa apa yang dilakukan Reza memang benar haknya dia. Mereka juga mempertanyakan kekuatan iman pengikutnya itu.

Kenapa sih sering bgt nuntut minta dihargai? Iman lo selemah itu kah buat menahan hawa nafsu? Padahal kan puasa itu ga cuma menahan lapar dan haus tapi juga hawa nafsu.” Komentar salah satu warganet.

Bahkan ada yang menunjukkan pengalaman luar biasanya dengan menemani teman yang tidak berpuasa makan di restoran padahal dirinya tengah berpuasa. “Gua muslim, pas istirahat gua temenin temen kerja gua makan di resto ini dan gua puasa sejatinya toleransi itu seni tinggi.” Timpa yang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here