Berkat TikTok, Gadis 16 Tahun Selamat Dari Penculikan

Membayangkan menjadi seorang gadis yang dilaporkan hilang pada Selasa pagi (2/11/2021) di kota Ashville, Carolina Utara, Amerika Serikat, dalam keadaan ketakutan duduk di kursi penumpang dalam sebuah mobil yang dikendarai penculiknya yang tengah melaju di jalan raya. Terus memupuk harapan di dalam hati mungkin ada jalan keluar dari sana dan kembali ke rumah. Berusaha sedapat mungkin memberikan tanda isyarat dengan tangan kepada para pengemudi kendaraan-kendaraan lain, dengan harapan seseorang melihat sinyal isyarat itu dan menolongnya.

Setelah berkendara 2 hari di Carolina Utara, Tennessee, Kentucky dan Ohio, harapannya terkabul, seseorang akhirnya mengenali tanda isyarat “Signal for Help” yang dibuatnya,  menyadari bahwa gadis tersebut sedang dalam bahaya.

Gadis 16 tahun tersebut memberikan sebuah tanda isyarat dengan tangannya, telapak tangan menghadap orang lain, lipat ibu jari ke dalam telapak tangan kemudian menutupnya dengan keempat jari lainnya, “Signal for Help”.

Signal for Help” adalah sebuah sinyal tanda isyarat sederhana yang diciptakan oleh Canadian Women’s Foundation yang awalnya ditujukan agar dapat membantu orang-orang yang berada dalam ancaman bahaya kekerasan dalam rumah tangga selama masa lockdown pandemi Covid-19. Sinyal ini digunakan pada panggilan video-call, agar mereka yang membutuhkan bantuan dapat membuat tanda ini secara diam-diam dan seseorang dapat memeriksa mereka dengan cara yang aman.

Orang yang mengenali tanda tersebut kemudian menghubungi 911 (nomor panggilan darurat di Amerika Serikat) dan melaporkan keadaan mencurigakan yang mensinyalir seorang gadis dalam bahaya di dalam mobil karena ia menggunakan sinyal isyarat tangan yang artinya kekerasan dalam rumah tangga-saya perlu pertolongan, yang dikenalinya dari platform media sosial TikTok. Ia pun menjelaskan bahwa gadis itu dalam keadaan takut dan tegang, dan mobil itu dikendarai oleh pria yang lebih tua.

Walaupun operator 911 dan Sherif yang bertugas masih asing dengan tanda isyarat tersebut, mereka tetap memutuskan untuk memberhentikan mobil yang dilaporkan untuk menyelidikinya dan akhirnya mendapati bahwa gadis tersebut telah dilaporkan hilang selama 2 hari oleh orangtuanya.

Penculik gadis 16 tahun, James Herbert Brick

Berkat Signal for Help” tanda isyarat yang dibuat oleh Canadian Women’s Foundation dan disebarluaskan melalui TikTok, pada kamis siang (4/11/2021) Pihak berwajib dapat menangkap penculik gadis 16 tahun itu, James Herbert Brick (61) dan menahannya di Penjara Laurel County Kentucky, Amerika Serikat. James Herbert Brick dituntut atas perbuatan melawan hukum dan pornografi anak karena ditemukan gambar pornografi anak di dalam telepon genggamnya.

Sangat melegakan yaa, Ladies, gadis ini dapat pulang dan berkumpul lagi bersama keluarga dan orangtuanya. Belajar dari peristiwa ini, betapa bergunanya sebuah sinyal yang dikenali seseorang melalui TikTok dapat menyelamatkan hidup seseorang, namun juga tentunya tidak lepas dari peran aktif kesigapan dari berbagai pihak “responden pertama” yang bekerja sama dan terpadu dalam keadaan darurat di Amerika Serikat yaitu Operator 911, Kepolisian, Pemadam Kebakaran, Ambulans.

Memilki harapan akan Indonesia memiliki nomor panggilan darurat yang sudah terpadu baik dengan pihak kepolisian, pemadam kebakaran, dan ambulans, sejak tahun 2016 silam 61 daerah di Indonesia telah menerapkan telepon darurat 112 yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Dari keseluruhan command center 112 yang ada, ternyata belum semuanya memililki kesigapan dan respon yang baik sehingga Kemkominfo pun tidak menampik bahwa mereka menerima banyak keluhan dari warga yang tidak direspon ketika menghubungi 112.

Paling tidak saat ini kita sudah memiliki nomor panggilan darurat 112 dan tentunya kita percaya bahwa Indonesia pun sedang berada dalam proses menuju suatu sistem keterpaduan dalam menangani keadaan darurat.

(berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here