5 Alasan Nonton Makjang Terbaru, The Escape of the Seven

the escape of the seven

Sejak ditayangkan Viu pada pertengahan September lalu, drama The Escape of the Seven langsung menyedot perhatian. Drama ini meraih rating tinggi di Korea Selatan. Mengisahkan kehidupan ketujuh karakter yang berjuang menyelamatkan diri setelah terlibat kasus yang mengakibatkan terbunuhnya seorang konglomerat dan menghilangnya seorang remaja SMA. Berbagai intrik pun mereka lakukan untuk menjadi penyintas. Masih belum yakin untuk menonton, kelima hal berikut bisa jadi alasan Anda menyaksikannya di Viu.

# Anda sebelumnya mengikuti drama The Penthouse

The Escape of the Seven disebut-sebut bagai lanjutan serial drama The Penthouse yang tayang sampai tiga musim. Wajar, ini memang kerjasama kesekian kalinya dari sutradara Joo Dong-min dan penulis naskah Kim Sun-ok. Sebelumya duet ini  sukses membuat drama The Penthouse (2020/2021) dan The Last Empress (2018/2019).

Penonton The Penthouse di Viu juga familiar dengan sebagian wajah-wajah pemeran di The Escape of the Seven, seperti Uhm Ki-joon, Shin Eun-kyung, dan Yoon Jong-hoon. Mereka ini tampaknya langganan peran antagonis, begitu lihat wajah mereka, penonton bisa langsung emosi. Ya, menonton The Escape of the Seven pun akan sama gregetnya dengan menonton The Penthouse. 

# Kangen Lee Joon

Aktor ini tak hanya memiliki suara yang membuatnya jadi vokal utama saat bergabung dengan boygroup, kemampuan aktingnya juga mumpuni. Setelah melambung lewat drama Father is Strange, ia sempat vakum karena  menjalani  wajib militer hingga tahun 2019. The Escape of the Seven jadi proyek ketiganya setelah berperan sebagai antagonis di Bulgasal: Immortal Soul (2021) dan Bloody Heart (2022). Ia jarang banget tampil.

Dalam The Escape of the Seven, Lee Joon menunjukkan aksi laga dan wajah bengis. Ia berperan sebagai Min Do-hyuk, gangster yang mudah tersulut emosi dan sering bertindak tanpa pikir panjang. Alih-alih mendapat imbalan dari pekerjaan ‘kotor’ yang ia lakukan, Min Do-hyuk malah terjebak masalah yang rumit. 

# Hwang Jung-eum berperan tidak biasa

Kalau Anda pencinta drama Korea, kemungkinan Anda selalu mendapati Hwang Jung-eum menjalani peran protagonis dalam drama komedi romantis. Menjadi psikiater di Kill Me, Heal Me (2015), jadi editor majalah fashion di She Was Pretty (2015), atau penjual makanan dengan masa lalu yang penuh air mata di Mystic Pop-up Bar (2020).

Baru kali ini penonton melihat Hwang Jung-eum berakting sebagai antagonis. Tak main-main kejamnya. Di The Escape of the Seven, ia berperan sebagai Geum La-hui, seorang pemimpin rumah produksi yang memanfaatkan anak perempuan, yang sebelumnya ia buang selama 15 tahun, untuk mendapatkan warisan juga dana investasi untuk perusahaannya.  

# Anda suka alur cerita yang cepat

Biasanya episode satu hingga empat drama korea masih mengenalkan masing-masing karakter dan perlahan mulai membangun alur cerita. Kebusukan-kebusukan karakternya pun masih sedikit diungkap. Tapi The Escape of the Seven, Anda bakal langsung dibuat terkaget-kaget sejak awal berkat kebrutalan karakter-karakter utama yang diciptakan penulis Kim Sun-ok. Berbagai kejadian mengejutkan mengalir cepat, tapi meninggalkan misteri tentang tentang dalang besar di balik semua kerumitan itu. Bikin penasaran terus menunggu episode berikutnya.

# Senang drama makjang

Sebagian orang suka drama Korea bergenre komedi romantis, ada juga yang menyukai drama bergenre thriller, tapi banyak juga yang menyukai drama bergenre makjang. Genre ini biasanya punya tokoh protagonis yang terus menerus mengalami hal menyedihkan, seperti mengalami perundungan, kena fitnah, dihujat masyarakat, dibuang keluarga, dan lain sebagainya. Kekejaman demi kekejaman yang di luar nalar dilakukan tokoh antagonis yang membuat tokoh protagonis merana. Pokoknya semua seolah berkonspirasi membuat tokoh protagonis seperti berada di neraka penuh siksaan. 

Nah, drama The Escape of the Seven termasuk drama makjang.  Tokoh Bang Da-mi, gadis SMA sejak kecil mengalami banyak cobaan hidup. Ia ditinggalkan ibu kandungnya di kereta, mengalami penyakit jantung hingga harus dioperasi berkali-kali, dan ketika remaja ia dijemput ibu kandungnya hanya untuk dimanfaatkan dan disiksa secara mental dan fisik. Di sekolah, ia juga mengalami perundungan hingga dijebak dan dituduh melahirkan di sekolah oleh orang yang ia kira tulus menjadi sahabatnya. 

Meski menonton drama makjang bisa bikin frustasi, kesal sampai ubun-ubun tapi harus diakui ceritanya bisa bikin penonton ketagihan. Susah berhenti nonton. Buat sebagian orang, memang drama seperti ini yang dicari. Sama seperti penonton yang suka film horor, adrenalin yang mengalir saat menonton drama makjang adalah yang dicari. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here