Lady Chatterley’s Lover Dilabeli Film Netflix Terseksi: Erotisme di Era Klasik

Lady Chatterley’s Lover adalah film erotis Netflix terbaru yang dirilis pada 2 Desember lalu dan dalam dua hari langsung melejit, naik dalam jajaran 5 besar trending. Lady Chatterley’s Lover juga dilabeli sebagai Film Netflix Paling Seksi Tahun Ini. Sebenarnya Lady Chatterley’s Lover bukan sesuatu yang baru. Film ini diangkat dari karya sastra D.H Lawrence tahun 1928 yang sudah diadaptasi beberapa kali ke layar lebar , lintas generasi.

Lady Chatterley’s Lover adegan-adegan erotis di tengah hutan

Pertama kali filmnya dibuat pada 1981 produksi Inggris, dibintangi oleh Sofia Krystel dan Nicholas Clay. Tahun 1993 BBC Inggris memproduksi Lady Chatterley’s Lovers untuk film TV dibintangi aktor Inggris yang cukup beken dengan film-film klasik, yakni Sean Bean dan Joely Richardson. Tahun 2015 dibuat lagi menjadi film TV dibintangi oleh Richard Madden.

Vers Terbarunya, produksi Netflix digarap oleh sutradara Prancis Laure de Clermont-Tonnerre. Dibintangi oleh Jack O’Connel dan Emma Corrin, mendapat apresiasi untuk gambar-gambar erotis yang estetis. Vulgar, tapi memiliki esensi keindahan gambar, dan fondasi cerita yang kuat. Tidak seperti film-film erotis kekinian yang “kosong”, hanya semata-mata menjual seks. Lady Chatterley’s Lover punya latar belakang jelas juga plot yang tertata baik

Berkisah tentang pasangan suami-istri Sir Clifford dan Lady Chatterley (Emma Corin) yang baru pindah ke kastil dan tanah luas di sebuah daerah di Inggris. Mulanya mereka adalah pasangan yang salingn mencintai. Tapi Sir Clifford cidera di medan perang dan membuatnya lumpuh. Kelumpuhan Sir Clifford, membuatnya sulit berhubungan intim. Ini membuat Hasrat seksual Lady Chatterley’s tak terpenuhi. Ia bosan, kesepian, di kastil yang sangat besar. Suatu hari, Lady Chatterley’s berjalan-jalan di perkebunan dan peternakannya yang terbentang luas.

Dimana dia bertemu pekerjanya, Oliver Mellors (Jack Connel)–mantan tentara juga. Oliver Mellors memberinya tempat baru, dimana Lady Chatterley menikmati membaca di gubuk dan bermain dengan hewan-hewan peliharaan.

Lady Chatterley yang kesepian ini tergoda melihat fisik Oliver Mellor dan meminta pekerjanya ini untuk memenuhi hasrat seksualnya. Mellor menurut. Mulanya itu hanya sekedar seks untuk memenuhi hasrat kehampaan Lady Chatterley. Tetapi lama-lama jadi ketagihan, lama-lama dari sekedar seks, benaran tumbuh cinta di antara mereka. Sampai Lady Chatterley hamil.

Tersebar adegan-adegan seks yang vulgar. Banyak adegan telanjang, salah satunya saat Lady Chatterley dan Oliver Mellor menari-nari di bawah guyuran hujan tanpa sehelai benang pun. Bagaimana nasib Sir Clifford dalam kisah klasik legendaris ini? Lady Chatterley’s Lover–meski erotis–tak bisa disamakan dengan 50 Shades of Grey atau 365 Days.

Adegan-adegan seks di sini digambarkan estetis ditambah dengan cerita yang “make sense”. Rotten Tomatoes memberi film ini rating 8.6. Hingga 4 Desember 2022, bertengger di posisi nomor 4 Trending Film Netflix.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here