Wednesday, May 18, 2022
spot_img
More

    Latest Posts

    Fenomena Bestie dan BFF, Yakin Murni BFF Tanpa ‘Hidden Agenda’?

    Akhir-akhir ini ramai kita mendengar kata Bestie. Apalagi di media sosial, rasanya menjamur banget istilah Bestie dan BFF (Best Friend Forever). Sedikit-sedikit, captionnya “bestie”, sedikit-sedikit keterangannya “BFF”.

    Bestie yang artinya sahabat banget, dan best friend forever, artinya sudah melalui susah senang bersama, berulang kali, dalam waktu panjang dan terbukti tidak meninggalkan sahabatnya dikala susah. Nggak memanfaatkan sahabatnya untuk “hidden agenda”. Nggak ngomongin sahabatnya di belakang. Nggak memberikan judgement-judgment yang subyektif? Mampu memberikan pendapat yang obyektif, jujur, nggak kebanyakan mulut manis. Kalau ini yang terjadi, memang pantas disebut BFF.

    Tetapi sekarang ini, sadar atau nggak, kata Bestie dan BFF jadi terlalu pasaran dan asal. Alhasil, belakangan ini, influencer Wanda Ponika menyebutnya, kebanyakan BFF + C. Vitamin jenis apakah ini? BFF + C adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan Best Friend For Content. Ya, mendadak banyak orang jadi tertarik denganmu, mendekatimu, mengatasnamakan dirinya “Bestie“ mu, untuk “content”.  “Content” bisa berarti banyak.

    “Content” di era ini, ya bisa untuk sejatinya “content” di media sosial, yang bisa mendongkrak atau mengangkat statusmu. Content juga bisa berarti “Kepentingan”. Demi “Hidden Agenda” tadi. Disebut atau menyebut seseorang yang punya followers lumayan banyak, punya jaringan banyak, bisa lumayan jadi content kamu sendiri di media sosial, atau bisa membantumu mencapai “goals” tertentu.

    Ya, kalau bestie untuk sebutan lucu-lucuan saja, sih nggak apa-apa. Karena zaman sekarang kan, kita suka bersenda gurau dengan sebutan-sebuatan atau istilah-istilah lucu, dan “bestie” salah satu yang favorit sekarang ini.

    Yang disayangkan, yang terjadi sekarang ramai di caption-caption IG, istilah BFF, bestie, kesayangan dipakai buat foto-foto kebersamaan, intim, padahal kenyataannya suka “judging”, “ngomongin” di belakang, atau untuk kepentingan tertentu.

    Well, sebenarnya pertemanan karena kepentingan, atau kesamaan status, atau jadi teman karena harta, nama, dan jabatan, sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Cuma saat ini, lebih terekspos saja, dengan adanya media sosial. Sebagai ajang untuk dompleng mendompleng.  Pesan moralnya adalah, di tengah fenomena bestie-bestie ini, ketika seseorang medekati kita karena kepentingan, satus, jabatan, tahta, ya, lihat saja dan bersiap-siap mereka bisa pergi kapan saja.  Ketika kita di atas, sulit melihat siapa orang yang benar-benar baik, siapa yang benar-benar teman. Tapi teman terbaik, ada di saat tersulit.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    spot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.