Ekspansi Gelombang Hallyu, 8 Bintang Korea Ini Berhasil Tembus Hollywood

0

Dengan banyaknya bintang Korea yang baru memulai debut mereka di Hollywood termasuk Ma Dong Seok lewat film Eternals, yuk kita lihat kembali siapa saja bintang Korea yang sebelumnya telah membuka jalan menuju kancah perfilman Hollywood.

Berkat kesuksesan bersejarah film Parasite yang berhasil memenangkan Oscar, fenomena global drama Squid Game, dan kesuksesan musik K-pop lewat popularitas BTS, Korea Selatan saat ini menjadi salah satu negara yang sukses melakukan penetrasi ke seluruh dunia lewat ekspansi gelombang Hallyu yang mereka ciptakan. Ma Dong Seok (atau dikenal dengan nama barat Don Lee) memulai debutnya sebagai pahlawan super Korea pertama Marvel lewat film Eternals, sementara deretan aktor dan aktris Korea lainnya seperti Park Seo Joon, Kang Dong Woon, Son Ye Jin dan banyak lainnya sedang merintis jalan menuju Hollywood.

Meningkatnya kehadiran bintang Korea di Hollywood atau dalam proyek film berbahasa Inggris tidak akan mungkin terjadi tanpa bintang – bintang Hallyu sebelumnya yang telah membuka jalan. Mari kita melihat kembali beberapa selebritas Korea yang berhasil mencapai Hollywood dan memungkinkan lebih banyak bintang Korea untuk mengikutinya.

  • Bae Doona

Kebanyakan orang akhir-akhir ini mungkin pernah mendengar tentang sutradara Korea Selatan peraih Oscar, Bong Joon Ho. Akan tetapi tahukah kamu bahwa aktris yang membintangi film debut sang sutradara, Barking Dogs Never Bite (1999), tidak lain adalah Bae Doona? Sejak itu, aktris kelahiran tahun 1979 ini menjadi salah satu bintang yang paling diminati di generasinya. Perempuan yang juga berprofesi sebagai fotografer ini mengukuhkan statusnya sebagai aktris yang tangguh ketika ia mengambil peran sebagai aktivis politik dalam Simpati untuk Sympathy for Mr. Vengeance (2002) karya Park Chan Wook dan dalam film Bong Joon Ho lainnya, The Host (2006), membuat dia bekerja dengan dua sutradara paling terkenal di Korea Selatan.

Selanjutnya, dia juga bekerja sama dengan sutradara Jepang terkenal Hirokazu Koreeda di film Air Doll (2009) dan akan bersatu kembali untuk film Korea pertama sang sutradara, Baby Box Boxer. Aktingnya dalam A Girl at My Door (2014) diproduseri oleh Lee Chang Dong, sutradara terkenal Korea lainnya dan menghasilkan penghargaan Aktris Terbaik di Asian Film Awards untuknya. Membuat lompatannya ke Hollywood, Bae Doona bekerjasama dengan Wachowskis bersaudara untuk 2 judul film, Cloud Atlas (2012) dan Jupiter Ascending (2015) dan kemudian serial Netflix favorit penggemar, Sense8 (2015).

Penampilan sang aktris di Cloud Atlas dipuji secara luas oleh para kritikus dan sangat disukai oleh Wachowski bersaudara yang akhirnya bekerja dengannya lagi. Baru-baru ini, ia membintangi drama zombie berlatar belakang sejarah di Netflix berjudul Kingdom (2019) yang membawa popularitas drama Korea ke pemirsa global.

Seseorang tidak dapat memikirkan generasi yang lebih tua dari drama korea dan musik K-pop tanpa menyebutkan nama penyanyi sekaligus aktor Rain. Artis multi talenta ini menyematkan banyak profesi dalam kariernya di industri hiburan,  bauk sebagai penyanyi, penulis lagu, penari, aktor hingga menjadi produser rekaman. Karier musiknya yang penuh warna membuatnya menghasilkan 7 album, 28 single, dan banyak penampilan konser di seluruh dunia sehingga pria bernama asli Jung Ji Hoon ini menerima status sebagai mega bintang dan melambungkan nama Rain sebagai bintang internasional.

Di bidang akting, Rain adalah salah satu nama yang dikenal sebagai bagian dari gelombang Hallyu, terutama berkat akting penuh chemistry manis dan menyegarkan dengan diva Korea Song Hye Kyo dalam drama Full House (2004). Dia juga pernah bekerja sama dengan sutradara terkenal Korea Selatan, Park Chan Wook untuk peran film pertamanya, I’m a Cyborg, But That’s OK (2006) yang memenangkan Alfred Bauer Award di Festival Film Internasional Berlin.

Berkat kesuksesannya di Asia, Rain memulai debutnya di Hollywood dengan berperan sebagai pembalap Taejo Togokahn di Speed ​​Racer (2008) yang diarahkan oleh 2 bersaudara Wachowski. Selanjutnya, pria berusia 39 tahun ini berhasil mendapatkan peran utama pertamanya di Hollywood lewat film Ninja Assassin (2009). Film ini dibuat berdasarkan konsep adegan ninja yang dipertontonkan Rain dari Speed ​​Racer, yang membuat Wachowski bersaudara terkesan. Untuk perannya, ia berlatih selama lebih dari 6 bulan dan akhirnya memenangkan penghargaan MTV Movie Award untuk penampilannya. Sementara Rain belum membuat film Hollywood lagi setelah itu, ia pun melanjutkan kesuksesan kariernya di negara asalnya.

Lee Byung Hun adalah aktor yang diakui kehebatan aktingnya di Korea Selatan, setelah menerima banyak pujian dari para kritikus untuk karyanya di berbagai genre. Beberapa filmnya yang paling terkenal termasuk Joint Security Area (2000), A Bittersweet Life (2005), The Good, the Bad, the Weird (2008), I Saw the Devil (2010), Masquerade (2012), dan Inside Men (2015), dimana hampir semua film ini memberinya penghargaan dari ajang bergengsi. Proyek drama televisi yang pernah diperankannya yang paling terkenal termasuk Iris (2009) dan Mr Sunshine (2018) dan baru-baru ini, suami aktris Lee Min Jung ini menjadi cameo dalam drama orisinal Netflix yang menjadi fenomena global, Squid Game (2021).

Lee Byung Hun memulai debutnya di Hollywood dengan berperan sebagai Storm Shadow di G.I. Joe: The Rise of Cobra (2009) dan sekuelnya, G.I. Joe: Retaliation (2013). Dia juga muncul di Red 2 (2013), Terminator Genisys (2013) dan The Magnificent Seven (2016). Membuka jalan bagi banyak bintang Korea setelahnya, pria berusia 51 tahun ini menjadi aktor Korea Selatan pertama yang mempersembahkan Oscar di ajang Academy Awards dan menjadi anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences. Bersama dengan aktor Ahn Sung Ki, mereka adalah aktor Korea Selatan pertama yang mencetak tangan dan jejak kaki mereka di halaman depan Grauman’s Chinese Theatre di Hollywood, Los Angeles.

Baru-baru ini, lulusan Hanyang University tersebut menerima penghargaan Asian Film Excellence Award dalam acara Asian Film Awards ke-15, amenjadikan dirinya sebagai ktor Korea pertama yang terpilih. Sang aktor juga terlibat di berbagai proyek film lainnya seperti Ashfall (2019), The Man Standing Next (2020) dan Emergency Declaration (2021), yang semuanya diputar di festival film internasional.

  • Lee Joon Gi

Pesona Lee Joon Ki masih mengguncang Korea Selatan sampai saat ini, yang dibuktikan lewat terpilihnya sang aktor sebagai pilihan utama di banyak proyek film dan drama. Aktor berbakat tersebut memamerkan kemampuan aktingnya dalam film debutnya, The King and the Clown (2005) yang tidak hanya meledak di box office, tetapi juga mendorong seorang aktor yang tidak dikenal menjadi bintang. Dia menerima banyak penghargaan untuk penampilannya sebagai badut jalanan, sepertida Korean Film Awards, Grand Bell Awards dan Baeksang Arts Awards.

Dia selanjutnya pria kelahiran tahun 1982 ini membintangi banyak proyek sukses seperti My Girl (2005), May 18 (2007), Scholar Who Walks the Night (2015) dan tentu saja Moon Lovers: Scarlet Heart (2016). Sebagai praktisi taekwondo terlatih serta bentuk seni bela diri lainnya, Lee Joon Gi jarang menggunakan pemeran pengganti, menjadikannya salah satu bintang aksi top Korea Selatan. Dalam debutnya di Hollywood lewat film Resident Evil: The Final Chapter (2016), ia memamerkan latar belakang seni bela diri yang dikuasainya. Film ini menerima masukan yang beragam, akan tetapi berhasil menjadi film terlaris dari seluruh waralaba.

  • Han Hyo Joo

Han Hyo Joo adalah salah satu aktris Korea Selatan yang paling dicari, bekerja dalam berbagai genre di televisi dan layar lebar. Meskipun peran utama pertamanya adalah dalam film independen beranggaran rendah, Ad-lib Night (2006), Han Hyo Joo sukses meraih penghargaan Aktris Pendatang Baru Terbaik. Kemenangannya tersebut membuatnya terpilih sebagai pemeran utama dalam 2 drama TV yang sukses dengan lawan main 2 aktor populer. Dalam drama Heaven & Earth (200&), ia berpasangan dengan Park Hae Jin dan dalam drama berlatar belakang sejarah Iljimae, perempuan berusia 34 tahun itu beradu akting dengan Lee Joon Ki, menjadikan nama Han Hyo Joo sebagai salah satu aktris berpengaruh di Korea Selatan.

Namanya makin meroket setelah ia membintangi drama Brilliant Legacy, yang memperkuat ketenarannya dan menjadikan dirinya naik daun sebagai duta berbagai merek. Dia kemudian bermain dalam drama sejarah lainnya berjudul Dong Yi, yang memberinya penghargaan Deasang (Hadiah Utama) dalam ajang penghargaan MBC dan piala Aktris Terbaik yang sangat didambakan dalam Baeksang Arts Awards ke-47. Han Hyo Joo kemudian melanjutkan untuk mengerjakan proyek-proyek sukses lainnya seperti Always (2011), Masquerade (2012), Love 911 (2012) dan Cold Eyes (2013).

Keluar dari citra femininnya, Han Hyo Joo kemudian membuat debut Hollywood-nya sebagai agen rahasia dalam serial televisi berbahasa Inggris, Treadstone, yang berhubungan dengan film  Bourne. Walaupun pada akhirnya serial itu dibatalkan setelah satu musim, produser Ben Smith memuji bintang yang saat ini tampil dalam drama Happiness ini, dengan memanggilnya “salah satu aktris paling spesial” yang pernah bekerja dengannya.

  • Han Ye Ri

Sungguh menakjubkan melihat bagaimana karir akting Han Ye Ri dimulai dengan film pendek dan proyek film independen hingga akhirnya membintangi film nominasi Oscar, Minari (2020). Han Ye Ri mendapatkan perhatian publik dan kritikus dalam film olahraga, As One (2012) di mana dia belajar dialek Hamgyŏng khusus untuk perannya sebagai pemain tenis meja Korea Utara, Yu Sun Bok. Pada akhirnya, dia mendapatkan peran mainstream utama pertamanya di film Commitment (2013), dilanjutkan dengan Haemoo (2014) dan film romantis Love Guide for Dumpees(2015).

Perempuan kelahiran tahun 1984 ini semakin membuktikan kemampuan aktingnya yang luar biasa sebagai seorang aktris ketika ia membintangi drama sejarah, Six Flying Dragons (2015) dan komedi remaja, Hello, My Twenties (2016). Sedangkan untuk penampilannya yang luar biasa sebagai Monica di film Hollywood, Minari, Han Ye Ri mendapatkan beberapa nominasi dan penghargaan Aktris Terbaik dan Aktris Pendukung Terbaik. Tahun ini, dia juga diberikan Penghargaan Perdana Menteri oleh pemerintah Korea Selatan, sebuah kehormatan negara yang diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi pada seni dan budaya pop Korea Selatan.

  • Youn Yuh Jung

Dengan karir yang membentang lebih dari setengah abad, Youn Yuh Jung adalah salah satu aktris yang paling terkenal dan dihormati di Korea Selatan. Kemenangan bersejarahnya dalam ajang Oscar untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik dalam film Minari adalah yang pertama bagi bintang Korea Selatan mana pun. Aktris veteran berusia 74 tahun itu menjadi terkenal berkat penampilannya di film Fire Woman karya Kim Ki Young pada tahun 1971 di mana ia membawa pulang penghargaan Aktris Terbaik. Setelahnya, jalannya menuju proyek film sukses lainnya pun terbuka.

Setelah sempat berhenti sejenak dari sorotan, aktris kelahiran tahun 1947 itu menikah dan pindah ke Amerika Serikat, ketika dia berada di puncak karirnya, dan pada akhirnya kembali ke Korea Selatan dan harus melawan stigma wanita yang bercerai di negara gingseng tersebut, terutama sebagai aktris paruh baya. Meninggalkan stereotip peran ibu atau bibi, Youn Yuh Jung kemudian memainkan karakter yang membantu membentuk narasi film yang dibintanginya, termasuk A Good Lawyer’s Wife (2003), Actresses (2009), The Housemaid (2010), Canola (2016), The Bacchus Lady (2016), Beasts Clawing at Strawsdan (2020) dan banyak lagi banyak lagi.

Melakukan debut Hollywood-nya sebagai Soon Ja di Minari, sang aktris menerima pujian dari lebih dari 40 penghargaan kritikus regional Amerika sampai akhirnya membawa pulang Oscar dari bidang akting pertama yang didapat aktris Korea Selatan. Pada tahun 2021, ia juga menerima Golden Crown Order of Cultural Merit dari pemerintah Korea Selatan. Kehormatan negara diberikan kepada mereka yang berkontribusi pada seni dan budaya pop Korea Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here