Berkenalan Dengan Kue Rangi, Makanan Tradisional Khas Betawi

makanan tradisional jakarta

Seiring dengan meningkatnya penyebaran virus COVID-19 varian omicron, pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ibukota tercinta tidak luput dari suasana pandemi yang saat ini masuk dalam penerapan PPKM level 3.

Akibatnya, mau tidak mau saya harus lebih banyak berdiam diri sejenak di dalam rumah serta berusaha menjauhkan diri dari keramaian. Terlalu lama di rumah membuat pikiran saya melayang kemana-mana, dan salah satu yang paling menggoda adalah bayangan aneka cita rasa makanan yang menari-nari di dalam kepala. Timbul dalam otak saya, hari ini mau makan ini atau besok mau makan itu.

Disela – sela banyaknya variasi makanan yang terlintas di benak saya, tiba – tiba bayangan kue rangi datang menggoda. Saya pun  mencoba menelusuri aplikasi pesan antar makanan online untuk mencari penjual kue rangi. Setelah berselancar, memang ada yang menjual kue rangi, hanya saja jarak tempuh pengantaran terlalu jauh. Akhirnya saya bergerak mencari penjual kue rangi di sekitar rumah dan menemukan salah satu penjualnya. Dia menjual kue rangi khas dengan gerobaknya.

Pedagang kue rangi (Sumber foto: Wikipedia)

Kue rangi merupakan kue tradisional asli Betawi. Terbuat dari adonan tepung kanji atau tepung sagu yang dicampur dengan gula merah cair dan kelapa parut. Penjual kue rangi tersebut tampak menyalakan kayu bakar dari gerobak yang dibawanya. Tapi bisa juga dimasak dengan menggunakan tungku.

Asal muasal kata kue rangi adalah garang wangi. Kata garang alias menggarang digunakan karena kue rangi ini tidak dimasak dengan menggunakan minyak tanah tapi menggunakan kayu bakar. Menunggu kue rangi ini matang memang cukup melatih kesabaran karena harus menunggu penjual menyalakan apinya terlebih dahulu.

Setelahnya adonan kue rangi dituangkan ke dalam cetakan khusus yang sudah tersedia di gerobak dengan bara api yang menyala. Adonan yang sudah dituangkan tidak perlu dibolak-balik karena kue itu akan matang dengan sendiri nya. Dari adonan yang matang dan kering akan mengeluarkan aroma yang khas. Bau yang timbul berasal dari campuran tepung kanji yang agak kental, aroma gula merah cair dan tentunya aroma parutan kelapa yang renyah dan gurih.

Untuk mendapatkan satu porsi kue rangi, kamu hanya perlu mengeluarkan uang kurang lebih sepuluh ribu rupiah. Kamu akan mendapatkan kue rangi yang dibungkus dengan kertas roti atau wadah plastik. Satu porsi kue ini berisi sepuluh sampai dua belas kue.

Harganya cukup bersahabat dengan kantong kan? Walau tidak mahal tapi tetap nikmat rasanya. Jadi tunggu apalagi, ayo kita lestarikan makanan tradisional Indonesia dan turut serta membangun UMKM. Selamat menikmati kue rangi dan tetap jaga protokol kesehatan!

(Berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here