3 Film Lesbian Terpopuler Sepanjang Masa

ride or die film lesbian
Kredit: Netflix

Seperti yang kita ketahui lesbian adalah hubungan yang terjalin antara wanita dengan wanita. Di kalangan lesbian, penyuka sesama jenis wanita ini kerap memiliki dua peran. Ada yang disebut butchy atau bertindak sebagai ‘laki-laki’, sementara, pasangannya disebut femme (female). 

Femme ini biasanya berpenampilan selayaknya gadis pada umumnya bahkan cenderung lebih feminim, sementara buchi berpenampilan lebih macho, rambut pendek dan lebih berani.

Kisah percintaan kaum lesbian pada dasarnya sama dengan kisah cinta layaknya kaum heteroseksual. Kisah sedih, intimidasi dan romantis serta diwarnai dengan adegan panas akan mewarnai kisah-kisah dalam daftar rekomendasi film lesbian terpopuler berikut ini.

1. The Handmaiden (2016)

The Handmaiden merupakan film erotic psychological thriller yang disutradarai oleh Park Chan Wook. Film ini terinspirasi dari novel bertajuk Fingersmith karya Sarah Waters. Sutradara Park Chan Wook mengubah setting dari era Victoria Inggris menjadi zaman Korea di bawah kolonial Jepang.

Film ini menceritakan tentang kisah cinta antara seorang majikan bernama Izumi Hideko/Agassi (Kim Min Hee) dengan seorang gadis muda mantan copet, Nam Sook Hee (Kim Tae Ri) yang menjadi pelayannya.

Mulanya, Nam Sook Hee semacam dijadikan kambing hitam untuk suatu rencana licik antara Agassi dan Count Fujiwara (Ha Jung Woo) yang akan menikahinya. Namun, Agassi mulai jatuh cinta pada Nam Sook Hee yang digambarkan dengan lembut melalui gestur dan tatapan dalam tiga babak film. Keduanya pun menyusun rencana rahasia yang akan membebaskan mereka dari laki-laki yang menjadi beban hidupnya.

2. Carol (2015)

Berlatar pada tahun 1950-an, film ini menceritakan tentang perempuan paruh baya dan kaya bernama Carol Aird (Cate Blanchet. Carol adalah wanita kaya dengan satu anak yang rumah tangganya di ambang perceraian karena suaminya mengetahui bahwa Carol adalah penyuka sesama jenis.

Suatu ketika, Carol bertemu wanita muda bernama Therese Belivet (Rooney Mara) yang bekerja di toserba Frankenberg di Manhattan. Pada pandangan pertama, Carol dan Therese menunjukan ketertarikannya satu sama lain. Kebetulan, sarung tangan Carol ketinggalan di tempat Therese bekerja, nah dari sana lah perkenalan keduanya berlanjut dan saling jatuh cinta.

Film ini terbukti terbaik dengan mendapatkan review positif dari para kritikus. Di Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 95%, berdasarkan 283 ulasan, dengan rating rata-rata 8,6/10. Sedangkan di Metacritic, film ini mendapatkan skor 95 dari 100, berdasarkan 44 kritik.

3. Ride or Die (2021)

Film ini mengisahkan pasangan Rei Nagasawa (Kiko Mizuhara) dan Nanae Shinoda (Honami Sato), yang melarikan diri setelah membunuh suami Nanae, seorang pelaku kekerasan dalam rumah tangga. Sebenarnya, Rei telah menyukai Nanae sejak keduanya duduk di bangku SMA, oleh sebab itu ia tak ingin membiarkan wanita yang dicintainya tersakiti.

Di tengah pelarian dari kejaran aparat, hubungan keduanya kemudian bersemi kembali setelah sebelumnya berpisah selama 10 tahun. Rei adalah anak tunggal yang lahir dari keluarga kaya yang ibunya adalah seorang lesbian juga. Sementara itu, Nanae lahir di keluarga miskin yang merasa tak menemukan harapan dalam hidup setelah menjadi korban KDRT.

Film ini sangat terkenal di Asia karena menggambarkan hubungan liar antara seorang lesbian dengan adegan seks yang berlebihan. Walau masih sesuai konteks film, eksploitasi tubuh perempuan dalam film Ride or Die disayangkan, terlebih karena Mizuhara sendiri adalah penyintas pelecehan seksual. Ia mengatakan di akun Instagramnya @i_am_kiko bahwa saat berusia 20 tahun, ia dilecehkan orang-orang di industri mode dengan dipaksa berfoto telanjang dada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here